16 Mar 2008

Sebuah Jeruk Menangkis Sebarisan Penyakit

Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), penyakit kanker saat ini menjadi penyebab kematian peringkat keenam di Indonesia setelah kematian karena kecelakaan, penyakit infeksi, penyakit jantung, diare, dan stroke.

Dokter Suhartati, Ph.D., Kepala bagian Radiologi RS Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran UI Jakarta, menyebutkan penyakit kanker disebabkan oleh pola hidup tidak sehat; kurang mengkonsumsi buah dan sayuran; pendernaan udara, air, bahan kimia, polusi; dan kebiasaan merokok. Pengidap kanker di Indonesia 17 persen mengidap kanker mulut rahim, 11 persen kanker payudara, 7 persen kanker kulit, 5 persen kanker nasopharynx (bagian teratas tekak di belakang hidung), dan sisanya adalah pengidap kanker hati, kanker paru-paru dan leukemia.


Tim peneliti The Commonwealth Scientific and Industrial Research (CSIRO) mengungkapkan bahwa mengkonsumsi jeruk dapat meredam risiko kanker mulut, kanker larynx (pangkal tenggorok), dan kanker perut sampai 50 persen. Selain itu jeruk juga ampuh mengurangi risiko penyakit-penyakit lain.

• Cukup makan buah dan sayuran setiap hari, jika dilengkapi sebuah jeruk dapat menekan risiko stroke 19 persen.

• Rajin makan jeruk atau minum jusnya berarti membanjiri tubuh dengan antioksidan kuat penggenjot kekebalan tubuh, sehingga tubuh mampu menghambat pertumbuhan tumor dan melumpuhkan sel tumor.

• Kesimpulan analisis terhadap 48 hasil penelitian internasional tentang manfaat jeruk bagi kesehatan menyebutkan risiko penyakit kardiovaskular, kegemukan, dan kencing manis.

• Jeruk memiliki antioksidan paling kuat diantara semua buah, dilengkapi 170 senyawa fitokimia di antaranya 60 jenis flavonoid yang memiliki sifat anti pembengkakan, antitumor dan menghambat pembekuan darah.


Sumber: Majalah Nirmala

Tidak ada komentar: